Pertamina Prediksi Kuota LPG 3 Kg dan Solar di Kepri Berpotensi Melampaui Target

Pertamina Prediksi Kuota LPG 3 Kg dan Solar di Kepri Berpotensi Melampaui Target

Pertamina Prediksi Kuota LPG 3 Kg dan Solar di Kepri Berpotensi Melampaui Target-dok.istimewa-

KEPRI.DISWAY.ID – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H. Ansar Ahmad menerima kunjungan Executive General Manager (EGM) PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fanda Chrismianto, di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis (1/10).

Pertemuan tersebut membahas distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di Kepulauan Riau, mulai dari kebutuhan masyarakat, penyesuaian aturan pembelian BBM, hingga proyeksi kuota energi bersubsidi sampai akhir tahun.

Dalam pertemuan itu, Fanda Chrismianto menyampaikan bahwa penyaluran LPG 3 kilogram di Kepri diperkirakan berpotensi melampaui kuota sekitar 9–10 persen. Sementara itu, penyaluran Solar diproyeksikan berpotensi melebihi kuota hingga sekitar 15 persen.

“Kalau kita lihat prognosa sampai akhir tahun, untuk LPG 3 kilogram kemungkinan ada over kuota sekitar 9 sampai 10 persen. Untuk Solar juga ada potensi over kuota sekitar 15 persen,” kata Fanda.

Ia menjelaskan bahwa potensi kelebihan kuota tersebut berkaitan dengan penetapan kuota nasional tahun berjalan yang sekitar 6 persen lebih rendah dibandingkan realisasi penyaluran pada tahun sebelumnya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pertamina bersama pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan BPH Migas dan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Koordinasi ini dilakukan untuk mengusulkan penambahan kuota sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Kita terus berkoordinasi dengan regulator, termasuk BPH Migas dan Ditjen Migas, untuk menyampaikan kondisi kebutuhan di Kepri dan mengusulkan penambahan kuota,” ujarnya.

Selain membahas kuota, Pertamina turut menjelaskan penyesuaian aturan pembelian BBM yang mengacu pada kebijakan dan surat edaran BPH Migas.

Menurut Fanda, penyesuaian aturan tersebut diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan distribusi BBM, khususnya dalam mencegah penyalahgunaan dan praktik pelangsiran.

Pengawasan terhadap distribusi LPG 3 kilogram bersubsidi juga terus diperkuat. Pertamina bersama pemerintah daerah melakukan penertiban agar LPG bersubsidi digunakan oleh masyarakat yang berhak menerima.

“Penertiban juga terus kita lakukan. Kita turun ke lapangan, termasuk melakukan sidak ke usaha-usaha besar seperti restoran dan laundry, supaya LPG 3 kilogram ini benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Ansar Ahmad mengapresiasi kontribusi Pertamina dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat Kepulauan Riau.

BACA JUGA:Usai 2 Hari Pencarian, Pemancing Hilang di Karimun Kepri Ditemukan Meninggal

BACA JUGA:Program Makan Bergizi Gratis Makin Ngebut, Dapur Baru Resmi Hadir di Batam

Ansar menjelaskan bahwa kondisi geografis Kepri sebagai wilayah kepulauan menghadirkan tantangan tersendiri dalam pemenuhan kebutuhan dan distribusi BBM serta LPG. Karena itu, penyalurannya perlu memperhatikan karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat.

“Kepri ini daerah kepulauan. Jadi memang ada kondisi-kondisi khusus yang harus kita perhatikan, terutama kebutuhan nelayan, transportasi umum dan masyarakat kita yang berada di pulau-pulau terluar,” katanya.

Ansar juga berharap penerapan aturan dapat dilakukan secara fleksibel agar pengawasan tetap berjalan tanpa menghambat masyarakat yang membutuhkan BBM dan LPG.

“Kita berharap ada diskresi dan keluwesan dalam aturan. Prinsipnya pengawasan tetap kita dukung, tetapi kebutuhan masyarakat juga harus bisa terlayani,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan terus memperkuat koordinasi dengan Pertamina dan pemerintah pusat untuk mencari solusi atas kebutuhan kuota energi di daerah.

“Yang kita inginkan tentu bagaimana distribusi ini tetap tertib dan tepat sasaran, tetapi di sisi lain kebutuhan masyarakat Kepri, terutama yang berada di wilayah kepulauan, juga terpenuhi,” pungkasnya.

Sumber: