Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Kenali Gejala ISPA dan Langkah Pencegahannya
Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Kenali Gejala ISPA dan Langkah Pencegahannya-dok.istimewa-
KEPRI.DISWAY.ID - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat. Asap yang dihasilkan dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kabut asap mulai menyelimuti permukiman.
ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru. Paparan asap karhutla yang mengandung partikel halus dan zat berbahaya dapat mengiritasi saluran pernapasan serta memperburuk kondisi orang yang memiliki penyakit pernapasan sebelumnya.
Kenali Gejala ISPA Akibat Paparan Asap
Gejala gangguan pernapasan akibat paparan asap karhutla dapat berbeda pada setiap orang. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai meliputi batuk, pilek, sakit tenggorokan, mata terasa perih, sesak napas, dan rasa tidak nyaman saat bernapas.
Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit paru-paru atau jantung perlu memberikan perhatian lebih terhadap kondisi udara. Kelompok tersebut lebih rentan mengalami dampak kesehatan akibat paparan polusi udara.
BACA JUGA:Gubernur Ansar Buka Workshop Rukun Budaya Kite untuk Perkuat Kerukunan Umat Beragama di Kepri
BACA JUGA:Wagub Nyanyang Pimpin Rakor dengan PGN Batam, Pastikan Pasokan Gas Kepri Aman Jelang Nataru
Jika mengalami sesak napas, nyeri dada, atau gejala yang semakin berat, segera cari pertolongan medis. Masyarakat juga disarankan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila keluhan tidak membaik atau terus berulang.
Cara Mencegah ISPA Saat Terjadi Karhutla
Untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat kabut asap, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah pencegahan berikut.
- Kurangi aktivitas di luar ruangan. Batasi kegiatan di luar rumah, terutama ketika kualitas udara memburuk dan asap semakin pekat.
- Gunakan masker yang sesuai. Masker respirator seperti N95 atau KN95 dapat membantu mengurangi paparan partikel halus apabila digunakan dengan benar.
- Jaga kualitas udara di dalam rumah. Tutup pintu dan jendela ketika asap masuk ke lingkungan serta gunakan pembersih udara berfilter HEPA jika tersedia.
- Penuhi kebutuhan cairan dan makanan bergizi. Konsumsi air putih yang cukup dan makanan bergizi untuk menjaga kondisi tubuh.
- Hindari sumber asap lainnya. Jangan merokok di dalam ruangan dan hindari kegiatan yang menghasilkan asap tambahan.
- Pantau informasi kualitas udara. Ikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi terkait untuk menentukan langkah perlindungan yang tepat.
Sumber: