Viral !! Member JKT48 Jadi Korban Penyalahgunaan AI, Ini Langkah Manajemen

Viral !! Member JKT48 Jadi Korban Penyalahgunaan AI, Ini Langkah Manajemen

Personel JKT48 -(Dokumen Istimewa)-

KEPRI.DISWAY.ID - Dunia hiburan Tanah Air kembali diguncang kabar tak sedap, sejumlah member JKT48 dilaporkan menjadi korban penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan.

Teknologi yang seharusnya dimanfaatkan untuk hal positif justru dipakai untuk memanipulasi foto para member, hingga menghasilkan konten yang menyeret mereka ke ranah pornografi. 

Menanggapi hal tersebut, manajemen JKT48 angkat bicara. Mereka menegaskan tindakan manipulasi AI bukan hanya mencoreng nama baik member, tetapi berpotensi melanggar hukum.

"JKT48 merupakan rumah bagi para member dan fans untuk tumbuh bersama. Kami berkomitmen penuh untuk menjaga keamanan, kehormatan, dan kenyamanan member dalam menjalankan seluruh aktivitasnya," keterangan resmi manajemen JKT48.

"Kami telah menerima laporan mengenai penyalahgunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang menimpa beberapa member kami. Konten tersebut berpotensi memenuhi unsur pencemaran nama baik dan/atau penghinaan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku," sambungnya.

BACA JUGA : Tiket Pestapora 2026 Mulai Dijual !! Ada Promo Nonton Bareng Ayah atau Ibu

BACA JUGA : Bukan Undangan Biasa !! Bridesmaid Proposal Ranty Maria Penuh Kejutan

"Kami mengimbau, kepada seluruh pihak yang yang telah membuat tau menyebarkan konten tersebut untuk segera berhenti dan menghapusnya secara permanen," ucapnya.

Di media sosial, dukungan dari netizen mengalir deras. Banyak penggemar dan warganet menyerukan solidaritas, untuk member JKT48.

"Apabila dalam waktu 2 x 24 jam setelah pengumuman ini diterbitkan kami masih mendapati konten tersebut tersebar, maka guna melindungi member, kami mendukung penuh keputusan member terdampak untuk menempuh jalur hukum. JKT48 Operation Team akan memfasilitasi bantuan dari Penasihat Hukum untuk mendampingi serta mengawal proses hukum ini hingga tuntas," tuturnya.

Kasus ini sekaligus menjadi peringatan keras tentang bahaya penyalahgunaan teknologi AI, serta pentingnya literasi digital dan perlindungan data pribadi di era serba digital.

Sumber: