Angin Kencang & Ombak Tinggi Ancam Natuna, BMKG Imbau Nelayan Diminta Ekstra Waspada
BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Natuna -(Dokumen Istimewa)-
KEPRI.DISWAY.ID - Masyarakat pesisir Kabupaten Natuna diminta meningkatkan kewaspadaan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Natuna kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca laut.
Berdasarkkan informasi yang Disway.id dapat, peringatan cuaca dari BMKG berlaku mulai tanggal 6 hingga 13 Januari 2026 mendatang.
Peringatan ini menyusul menguatnya Monsoon Asia, yang berpotensi memicu peningkatan kecepatan angin di wilayah Kepulauan Natuna hingga Anambas.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Ranai, Feriomex Hutagalung mengungkapkan dalam rilis tertanggal 4 Januari 2026, bahwa kondisi atmosfer saat ini menunjukkan tren peningkatan yang perlu diwaspadai.
“Untuk intensitas Monsoon Asia berpotensi meningkatkan kecepatan angin, dan ini kami himbau masyarakat dapat mewaspadainya serta mengupas seterkembangan cuaca untuk wilayah Natuna,” kata Feriomex kepada wartawan, Senin (5/1/2026)
BACA JUGA : Kepri Bergerak !! Bantuan Rp 1,1 Miliar Dikirim untuk Korban Bencana Sumatera Utara
BACA JUGA : Kepri Bergerak !! Bantuan Rp 1,15 Miliar Dikirim untuk Korban Banjir Sumatera Barat
Angin 20 Knot, Gelombang Bisa Capai 4 Meter
BMKG memprediksi kecepatan angin berkisar 10–20 knot selama periode tersebut, dampaknya tinggi gelombang laut berpotensi naik ke kategori sedang hingga tinggi, yakni sekitar 1,25 meter hingga 4,0 meter.
Sejumlah wilayah perairan yang diperkirakan terdampak antara lain :
- Perairan Utara, Timur, Selatan, dan Barat Kepulauan Natuna.
- Perairan Kepulauan Subi–Serasan.
- Perairan Natuna–Anambas.
- Perairan Utara dan Selatan Kepulauan Anambas.
Kondisi ini dinilai cukup berisiko, terutama bagi aktivitas pelayaran dan nelayan tradisional.
Nelayan dan Kapal Diminta Patuhi Aturan Keselamatan
BMKG mengingatkan agar masyarakat maritim tidak mengabaikan aspek keselamatan. Beberapa batas risiko pelayaran yang perlu diperhatikan antara lain:
- Perahu nelayan : berisiko saat angin >15 knot dan gelombang >1,25 meter.
- Kapal tongkang : berisiko saat angin >16 knot dan gelombang >1,25 meter.
- Kapal ferry : berisiko saat angin >21 knot dan gelombang >2,5 meter.
BMKG menegaskan agar nelayan, operator kapal, serta masyarakat pesisir selalu memantau informasi cuaca terbaru sebelum beraktivitas di laut.
Sumber: