Ansar: Hibah Barang dan Kendaraan Jadi Bentuk Komitmen Pemerintah kepada Masyarakat

Ansar: Hibah Barang dan Kendaraan Jadi Bentuk Komitmen Pemerintah kepada Masyarakat

Ansar: Hibah Barang dan Kendaraan Jadi Bentuk Komitmen Pemerintah kepada Masyarakat-dok. istimewa-

KEPRI.DISWAY.ID – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menyerahkan bantuan hibah berupa barang dan kendaraan kepada badan serta lembaga nirlaba yang bergerak secara sukarela di bidang sosial kemasyarakatan. Penyerahan bantuan berlangsung di Graha Kepri, Rabu (28/10/2026), sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap lembaga yang berperan dalam pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan, bantuan hibah tersebut merupakan upaya pemerintah untuk menindaklanjuti aspirasi dan kebutuhan masyarakat yang dihimpun anggota DPRD Kepri saat melaksanakan reses.

“Ketika masa reses, anggota DPRD turun langsung ke masyarakat untuk mencatat kebutuhan dan aspirasi yang ada. Aspirasi itu kemudian disampaikan kepada gubernur untuk dibahas bersama tim eksekutif. Dari situ, kita evaluasi dan tindak lanjuti sesuai kebutuhan serta kemampuan anggaran daerah,” ujar Ansar.

Ansar mengapresiasi anggota DPRD Kepri yang terus memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui berbagai program bantuan. Menurutnya, kerja sama antara pihak legislatif dan eksekutif berperan penting dalam memastikan program pemerintah dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Ia juga memahami bahwa kondisi anggaran daerah terus mengalami perubahan dan penyesuaian. Meski demikian, Pemprov Kepri tetap berupaya mempertahankan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, di tengah kondisi anggaran yang berfluktuasi, kita masih bisa memberikan bantuan. Saya berterima kasih kepada teman-teman DPRD yang terus memikirkan kepentingan masyarakat. Harapan kita, ke depan anggaran untuk program-program seperti ini bisa semakin besar,” katanya.

Selain memberikan hibah barang dan kendaraan, Pemprov Kepri juga menjalankan berbagai program perlindungan sosial bagi masyarakat, khususnya kelompok yang rentan secara ekonomi.

Salah satu program tersebut adalah perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi nelayan. Program yang telah berlangsung selama empat tahun ini memberikan perlindungan kepada nelayan ketika mengalami risiko kecelakaan kerja hingga meninggal dunia.

BACA JUGA:Pemprov Kepri dan Lima Daerah Siapkan 171 ASN untuk Jadi Komponen Cadangan

Pemprov Kepri juga memperluas program perlindungan serupa bagi petani sejak dua tahun terakhir. Jumlah penerimanya kini mendekati 10 ribu orang. Melalui program ini, keluarga peserta yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja berhak menerima santunan sesuai ketentuan BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, anak peserta berkesempatan memperoleh beasiswa pendidikan hingga perguruan tinggi sesuai persyaratan yang berlaku.

Pada tahun ini, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan juga diperluas kepada pengemudi ojek daring di sejumlah kabupaten dan kota, termasuk Kota Batam.

“Program perlindungan seperti ini harus terus dipertahankan, siapa pun gubernurnya nanti. Kita ingin masyarakat kecil, seperti nelayan, petani, dan pekerja sektor informal, mendapatkan perlindungan ketika menghadapi risiko dalam menjalankan pekerjaannya,” tegas Ansar.

Pemprov Kepri Perluas Akses Kesehatan dan Listrik

Di bidang kesehatan, Pemprov Kepri terus memperkuat kerja sama pembiayaan dengan pemerintah pusat untuk memperluas cakupan jaminan kesehatan masyarakat. Ansar menyampaikan bahwa cakupan jaminan kesehatan di Kepulauan Riau telah mencapai sekitar 90 persen.

Pemprov Kepri juga melanjutkan program penyambungan listrik gratis bagi masyarakat di pulau-pulau yang belum mendapatkan akses listrik secara memadai. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 15 ribu rumah tangga.

Ansar menjelaskan, pemerintah terus berkoordinasi dengan PT PLN untuk meningkatkan kualitas layanan listrik, terutama di pulau-pulau yang masih mendapatkan pasokan listrik sekitar 14 jam sehari. Pemerintah mendorong agar layanan tersebut dapat ditingkatkan menjadi 24 jam sehari.

“Kita ingin masyarakat di pulau-pulau juga bisa menikmati listrik secara optimal. Karena itu, upaya meningkatkan layanan listrik dari 14 jam menjadi 24 jam terus kita dorong bersama PLN,” ujarnya.

Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional

Selain program bantuan dan perlindungan sosial, Pemprov Kepri juga tengah membangun Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat. Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya melestarikan sejarah sekaligus memperkuat identitas kebangsaan.

Menurut Ansar, Pulau Penyengat memiliki nilai sejarah penting dalam perkembangan bahasa Melayu, yang menjadi salah satu fondasi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa.

BACA JUGA:Wagub Nyanyang Ajak Masyarakat Cegah Pembakaran Sampah di Tengah Darurat Asap

Ia berharap berbagai program pembangunan, penyaluran hibah, dan perlindungan sosial dapat terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kepulauan Riau.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Kepri sekaligus Ketua TP-PKK Provinsi Kepri Dewi Kumalasari Ansar, serta anggota DPRD Kepri Asmin Patros, Bobby Jayanto, Suigwan, Lik Khai, Yusrizal, Zainal Abidin, Sahat Sianturi, Aman, Ririn Warsiti, Suhadi, dan Tumlal Ari Mangasi Pasaribu.

Hadir pula Tim Percepatan Pembangunan Provinsi Kepri Syarifah Normawati dan Sarafudin Aluan, Widya Iswara Utama Kepri Lamidi, Asisten Administrasi Umum Junaidi, Kepala Dinas PMPTSP Hasfarizal Handra, serta para penerima hibah dari badan dan lembaga nirlaba.

Sumber: