Mengukus atau Merebus, Mana yang Lebih Sehat untuk Mengolah Makanan?
Mengukus atau Merebus, Mana yang Lebih Sehat untuk Mengolah Makanan?-dok.istimewa-
KEPRI.DISWAY.ID – Mengukus dan merebus merupakan dua teknik memasak yang sering digunakan untuk menyiapkan makanan sehari-hari. Keduanya memanfaatkan air dan panas untuk mematangkan bahan makanan tanpa harus menggunakan banyak minyak.
Meski terlihat serupa, mengukus dan merebus memiliki perbedaan dalam proses memasak serta pengaruhnya terhadap kandungan nutrisi makanan. Lantas, mana yang lebih baik untuk menjaga kesehatan?
Jawabannya bergantung pada jenis bahan makanan, lama memasak, dan kebutuhan nutrisi. Dengan memilih teknik yang tepat, makanan dapat diolah secara praktis sekaligus tetap bergizi.
Keunggulan Memasak dengan Cara Mengukus
Mengukus merupakan teknik memasak menggunakan uap panas dari air mendidih. Bahan makanan diletakkan di atas air sehingga tidak bersentuhan langsung dengan air selama proses memasak.
Teknik ini memiliki sejumlah keunggulan, antara lain:
- Membantu menjaga nutrisi: Vitamin yang mudah larut dalam air, seperti vitamin C dan beberapa vitamin B, berpotensi lebih terjaga karena bahan makanan tidak terendam air.
- Mempertahankan rasa alami: Sayuran yang dikukus dapat mempertahankan cita rasa asli tanpa perlu banyak tambahan bumbu.
- Menjaga tekstur makanan: Waktu mengukus yang tepat dapat membantu sayuran tetap terasa renyah dan tidak terlalu lembek.
- Mengurangi penggunaan minyak: Proses mengukus tidak memerlukan minyak tambahan sehingga cocok untuk pola makan yang membatasi asupan lemak.
Mengukus dapat menjadi pilihan untuk mengolah brokoli, wortel, kembang kol, ikan, dan berbagai bahan makanan lainnya.
Keunggulan Memasak dengan Cara Merebus
Merebus adalah teknik memasak dengan merendam bahan makanan di dalam air mendidih hingga matang. Cara ini mudah dilakukan dan cocok untuk berbagai jenis bahan makanan.
Berikut beberapa keunggulan merebus:
- Memasak bahan makanan secara merata: Air panas membantu mematangkan bahan makanan hingga bagian dalamnya.
- Cocok untuk berbagai bahan: Teknik ini dapat digunakan untuk memasak telur, kentang, jagung, kacang-kacangan, dan sayuran.
- Praktis untuk membuat hidangan berkuah: Air rebusan dapat menjadi bagian dari sup atau kaldu yang dikonsumsi bersama bahan makanan.
- Tidak membutuhkan banyak minyak: Seperti mengukus, merebus dapat dilakukan tanpa tambahan minyak.
Namun, vitamin yang larut dalam air dapat berpindah ke air rebusan. Jika air tersebut dibuang, sebagian nutrisi yang larut di dalamnya juga dapat terbuang.
Mana yang Lebih Baik dalam Menjaga Nutrisi?
Jika tujuan utama adalah mengurangi kehilangan vitamin yang larut dalam air, mengukus sering menjadi pilihan yang baik, terutama untuk sayuran. Hal ini karena bahan makanan tidak terendam langsung dalam air.
Meski demikian, merebus tidak selalu membuat makanan kehilangan lebih banyak nutrisi. Hasil akhirnya dipengaruhi oleh jenis bahan makanan, suhu, durasi memasak, dan jumlah air yang digunakan.
BACA JUGA:Mengenal HYROX, Olahraga Kompetitif yang Menggabungkan Lari dan Latihan Kekuatan
BACA JUGA:Bukan Sekadar Tren, Ini 7 Manfaat Matcha bagi Kesehatan
Pada beberapa jenis bahan makanan, perebusan justru dapat membantu melunakkan tekstur dan meningkatkan ketersediaan senyawa tertentu. Karena itu, tidak ada satu teknik memasak yang selalu lebih unggul untuk semua bahan.
Tips Mengukus agar Makanan Tetap Bergizi
Agar proses mengukus memberikan hasil yang optimal, perhatikan beberapa hal berikut:
- Potong bahan makanan dalam ukuran yang relatif seragam agar matang merata.
- Gunakan waktu memasak secukupnya dan hindari mengukus terlalu lama.
- Tutup panci selama proses memasak agar uap panas tetap terjaga.
- Pastikan bahan makanan matang dengan baik, terutama ikan dan daging.
- Gunakan bumbu secukupnya untuk menjaga cita rasa alami makanan.
Tips Merebus agar Nutrisi Tidak Banyak Terbuang
Merebus juga dapat menjadi metode memasak yang sehat jika dilakukan dengan tepat. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:
- Gunakan air secukupnya sesuai kebutuhan.
- Hindari merebus sayuran terlalu lama.
- Potong sayuran setelah dicuci jika memungkinkan untuk mengurangi permukaan yang terpapar air.
- Manfaatkan air rebusan untuk sup atau kuah jika sesuai dengan hidangan.
- Pastikan telur, daging, dan bahan makanan lainnya mencapai tingkat kematangan yang aman.
Sumber: