Mesin Pertumbuhan 6 Persen Sudah Hidup di Daerah
Oleh: Teguh Anantawikrama
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Transformasi Teknologi dan Digital serta Penggagas Gerakan Nasional UMKM Bangkit
KEPRI.DISWAY.ID - Setiap kali pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, selalu muncul dua pandangan. Sebagian melihatnya sebagai visi yang harus diperjuangkan, sementara sebagian lain menganggapnya terlalu optimistis dan sulit dicapai.
Perdebatan serupa kini muncul terhadap target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada 2027 yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Pertanyaannya sederhana: apakah target tersebut realistis?
Jawabannya: ya, karena sebagian daerah di Indonesia sudah membuktikannya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada September 2026 menunjukkan bahwa jumlah provinsi dan kabupaten/kota yang tumbuh di atas 6 persen terus meningkat dalam dua tahun terakhir.
Pada Semester I 2025, hanya terdapat empat provinsi yang tumbuh 6 persen atau lebih. Pada Semester I 2026, jumlahnya meningkat menjadi tujuh provinsi.
Di tingkat kabupaten dan kota, peningkatannya bahkan lebih signifikan. Jumlah daerah yang tumbuh 6 persen atau lebih meningkat dari 76 daerah pada Semester I 2025 menjadi 99 daerah pada Semester I 2026.
Lebih menarik lagi, sebanyak 358 dari 514 kabupaten/kota, atau hampir 70 persen daerah, mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan dua tahun sebelumnya.
Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin menyebar. Pertumbuhan tidak lagi hanya bertumpu pada Jakarta atau Pulau Jawa. Ia mulai tumbuh dari berbagai wilayah Indonesia.
Gorontalo, misalnya, tumbuh dari 4,37 persen pada Q1 2024 menjadi 7,68 persen pada Q1 2026. Kepulauan Riau meningkat dari 5,00 persen menjadi 7,04 persen, sedangkan Sulawesi Selatan naik dari 4,82 persen menjadi 6,88 persen.
Di tingkat kabupaten, Halmahera Timur, Rote Ndao, Sinjai, Pohuwato, Gowa, Tana Toraja, Mempawah, dan Kendal juga menunjukkan akselerasi pertumbuhan yang kuat.
Data tersebut menyampaikan pesan penting: pertumbuhan ekonomi tinggi bukan sesuatu yang mustahil.
Pertumbuhan itu sudah terjadi di sejumlah daerah. Tantangannya adalah memperluas keberhasilan tersebut agar semakin banyak wilayah mampu menjadi sumber pertumbuhan baru.
Di sinilah kebijakan pemerintah memiliki peran strategis.
Program-program Presiden Prabowo, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, renovasi sekolah, renovasi rumah rakyat, serta berbagai pembangunan berbasis daerah, tidak semata-mata merupakan program sosial.
Sumber: